DPMPTSP Sijunjung

SULAMAN, PRODUK FASHION DI SEKTOR INDUSTRI

0 29

Keahlian yang dimiliki para perajin sulam diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja sehingga bisa mengangkat ekonomi rumah tangga warga Kabupaten Sijunjung.

Harapan itu disampaikan Ketua Dekranasda Kabupaten Sijunjung, Ny.En Yuswir Arifin pada acara penutupan diklat sulam kreasi Sijunjung di Balai Diklat Industri (BDI) Padang, Selasa sore (7/2).

Menurut En Yuswir Arifin, sulaman adalah produk fesyen yang memiliki peluang disektor industri.Produk fesyen itu, katanya, mampu memberikan kontribusi yang besar dalam perekonomian.

Fesyen itu, sambung Ketua Dekranasda, sangat menarik dan konsumen selalu tertarik mengunakan dan mengikuti perkembangan yang terjadi. Apalagi, produk yang dihasilkan itu sangat unik, murah dan berkualitas.

Karena itu, Dekranasda terus melakukan langlah-langkah strategis dan mengajak semua pihak terlibat dalam industri fesyen.”Dengan dasar itu, kami ingin mencoba dan mengembangkan industri sulaman di Kabupaten Sijunjung, khususnya di Kecamatan tanjung Gadang,” ucap En Yuswir Arifin dihadapan Kepala BDI Padang, Jonni Afrizon, Kepala Bidang Industri Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM Sijunjung, Hendri Nurka, Pemilik Bunda Sumalan Bordir Tanjung Gadang, Miswarti dan undangan lainnya.

Ketua Dekranasda mengakui, diklat sulam yang diberikan kepada perajin selama 18 hari itu, belumlah cukup.”Jangan puas dengan ilmu yang ada sekarang, kembangkan kempuan dan ciptakan ide kreatif, baik desain maupun corak dan bentuk sulaman yang dihasilkan,” pintanya.

Pada kesempatan itu, En Yuswir Arifin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala BDI beserta jajaran yang telah memberikan kontribusi, motivasi dan semangat kepada pelaku industri di Kabupaten Sijunjung.

“ Terima kasih, kami siap menjalankan program-program BDI dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”

sumber :  sijunjung.go.id

Comments
Loading...